PERHUTANAN SOSIAL
Jumat, 25 Maret 2022
Senin, 22 November 2021
TANAMAN MPTS DAN PAKAN LEBAH MADU
PENGERTIAN TANAMAN MPTS
Tanaman MPTS (Multi Purpose Tree Species) adalah jenis tanaman yang dikelola dengan tujuan tidak hanya dimanfaatkan dari hasil kayu saja akan tetapi dapat dimanfaatkan buah ataupun daunnya. Jadi selain tanaman kayu-kayuan/MPTS ini sangat baik sebagai tanaman yang dibudidayakan dengan tujuan konservasi, juga dimanfaatkan buahnya.
Lokasi Tanam;
Tanaman MPTS dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi, tinggal menyesuaikan saja. Karena jika jenis tanaman ditanam pada ketinggian yang tidak sesuai akan berakibat pada pertumbuhan dan produksi kurang baik.
Waktu Tanam;
Pada musim penghujan seperti saat ini kegiatan menanam jenis tanaman penghijauan sedang dilaksanakan baik oleh kelompok-kelompok tani hutan, Pemerintah Desa, Sekolah dan masyarakat umum di seluruh wilayah Kabupaten Pacitan. Beberapa wilayah mengadakan kegiatan penanaman ini dengan kolaborasi antara warga masyarakat, pemerintah desa, pemerintah Kabupaten Pacitan serta didukung dari BPDAS HL Solo. Dalam hal ini BPDAS HL Solo sebagai pihak yang membantu bibit tanaman baik tanaman kayu maupun MPTS, sedangkan Kelompok Masyarakat dan Pemerintah Desa Sebagai Pelaku penaman bibit tersebut.
Pada hari Jum'at tanggal 19 November 2021 juga dilaksanakan penaman yang berlokasi di desa Semanten, Kec. Pacitan Kab. Pacitan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Pacitan beserta jajaranya, Pemerintah Kecamatan Pacitan beserta Muspimcam, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan, BPDAS HL, pemerintah Desa Semanten beserta warga masyarakat.
Dari kegiatan penanaman tanaman MPTS ini diharapkan desa-desa yang mengembangkannya dapat meningkat ekonomi masyarakatnya melaui budidaya tanaman diantaranya; jenis Alpokat, Pete, Jambu, Durian, Jengkol dan lainnya. setelah melakukan penanaman yang tidak kalah pentingnya adalah memelihara tanaman tersebut. Pemeliharaan tanaman ini adalah melakukan pendangiran, pemupukan serta menggemburkan tanah disekitar tanaman.


Kamis, 07 Oktober 2021
MENGENAL TANAMAN PENGUAT TERAS (RUMPUT GAJAH)
PENGERTIAN
Rumput Gajah (pennisetum
purpureum) adalah rumput berukuran besar dan mengandung
nutrisi tinggi, biasanya dipakai sebagai pakan ternak seperti sapi, kambing
atau gajah.
Rumput Gajah merupakan
tanaman rumput-rumputan yang berperan dalam pengawetan tanah dan
air, dapat berfungsi ganda yaitu berkemampuan untuk membantu mencegah
berlangsungnya erosi dan dapat pula bermanfaat bagi hijauan makanan ternak.
Karakteristik
morfologi rumput gajah adalah tumbuh tegak lurus, merumpun
lebat, tinggi tanaman dapat mencapai 7 meter, berbatang tebal dan keras, daun
panjang, dan berbunga seperti es lilin. Rumput gajah tumbuh
subur di permukaan tanah dengan ketinggian 2000 meter di atas permukaan
laut. Salah satu jenis tanaman rumput dengan tingkat produksi tinggi
adalah rumput gajah yang telah banyak dikembangkan oleh peternak. Rumput gajah
mempunyai nama latin Pennisetum purpuphoides atau disebut juga dengan
nama king grass.
Tanaman rumput gajah ditanam monokultur.
Tanaman rumput-rumputan ini awalnya belum diminati oleh masyarakat
Kabupaten Pacitan. Pada era tahun 90-an tanaman ini masih jarang-jarang ditanam
oleh para petani pada umumnya, namun dengan tanpa henti-hentinya melalui para
Penyuluh Kehutanan yang saat itu namanya PLP atau Petugas Lapangan Penghijauan
memberikan penyuluhan kepada petani di pedesaan akan pentingnya menanam rumput
gajah sebagai penguat teras. Akan tetapi tidak diterima begitu saja oleh
petani, namun mengalami berbagai pertentangan-pertentangan. Karena berkat
kegigihan dan penuh harapan agar masyarakat meningkat kesejahteraanya, maka
para Penyuluh Kehutanan terus menerus menyampaikan pada petani, kelompok tani,
aparat desa dan masyarakat pada umumnya tentang manfaat menanam rumput gajah
serta teknik menanamnya.
Cara Penanaman Rumput Gajah
1.
Persiapan lahan budidaya
1. Pengolahan lahan secara digulud-gulud 2. Pengolahan lahan dengan lubang/koak
Mula-mula bersihkan lahan dari semak belukar yang mengganggu, termasuk pula pepohonan yang ada di sekitar. Lakukan pencangkulan atau pembajakan tanah sedalam kurang lebih 40 cm. Tujuannya adalah memisahkan lapisan tanah menjadi bongkahan.
Jika proses pemupukan
selesai, lahan sebaiknya diistirahatkan selama kurang lebih 7 hari. Buatlah
parit dengan kedalaman 20 cm. Namun, pada tanah berkontur miring, pengolahan
tidak perlu dilakukan.Selain itu, pembalikan tanah perlu dilakukan pula agar
aktivitas mikroorganisme di dalamnya hidup kembali. Dengan demikian,
mineralisari bahan organik dapat berlangsung secara cepat. Berikan pupuk dasar
berupa pupuk NPK dengan dosis per hektare sebanyak 80 kilogram TSP, 60 kilogram
KCL, serta 110 kilogram urea. Anda juga bisa memberi pupuk kandang sebanyak 10
ton per hektare, serta 50 kilogram KCL dan 50 kilogram SP36 per hektare.
2. Proses penanaman rumput gajah
Jika penanaman rumput gajah dilakukan pada daerah tanpa irigasi, baiknya dilakukan setelah hujan pertama hingga pertengahan musim hujan. Dengan demikian, perakaran rumput gajah pada musim kemarau sudah cukup dalam dan kuat.
Cara budidaya rumput gajah
biasanya dilakukan melalui teknik setek. Dan juga teknik perakaran (pols). Masukkan ¾ bagian dari
panjang setek dengan kemiringan 30 degajaht. Atau, bisa pula dengan cara
memasukkan setek ke tanah secara terlentang.
Ciri-ciri bibit setek yang
baik adalah tumbuhan tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda juga, memiliki 2
mata tunas, serta warna kulitnya hijau-hijau muda. Untuk teknik pols, kebutuhan tanamannya
sebagai berikut: berusia muda, rumpunnya tegak dan sehat, serta tingginya sama
dalam satu rumpun. Tujuh hari pascapenanaman, alirkan air secukupnya ke lahan
perkebunan. Lakukan pergantian tanaman jika terdapat setek atau pols yang mati.
3. Teknik perawatan rumput gajah
Dalam perawatan rumput
gajah perlu melakukan penyiangan yakni membersihkan tanah di sekitar dari
tanaman liar. Selain itu, baik pula dilakukan penggemburan tanah dengan cara
membalikkan tanah tersebut. Sementara itu, pemupukan rumput gajah dapat
dilakukan setelah tanaman berusia 2 minggu.
Pupuk yang biasa digunakan sebagai
pupuk lanjutan adalah pupuk urea. Setelah itu, pemupukan bisa dilakukan 3—4 kali
tiap tahunnya.
4. Proses pemotongan
Pemotogan tahap 1
Pemotongan tahap 2
Pemotongan berikutnya bisa dilakukan tiap 6 minggu sekali. Namun,
jika dilakukan saat musim kemarau waktu
pemotongan bisa diperpanjang lagi. Tinggi pemotongan yang ideal adalah 10—15 cm
dari permukaan tanah.
Hindari pemotongan yang
terlalu tingi karena akan banyak sisabatang
rumput yang mengayu. Tetapi,
jangan pula memotong terlalu pendek karena akan mengurangi mata tunas yang
tumbuh.
Setelah
para petani sudah banyak yang menyukai tanam rumput gajah cara penanamanya
bermacam-macam pula sesuai selera masing-masing. Ada yang tanam di guludan/bibir
teras, tengah petakan, ditumpangsari, bawah tegakan. Saat ini dalam budidaya
lebih ditekankan pada penyediaan pakan ternak, bail kambing atau sapi, bahkan
ada yang membudidayakan khusus di jual belikan.
Sabtu, 25 September 2021
BANGUNAN KONSERVASI TANAH DAN AIR
Embung
Pengertian Embung
Embung atau tandon air merupakan waduk berukuran mikro di lahan pertanian (small farmreservoir) yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan di musim hujan. Air yang ditampung tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi suplementer untuk budidaya komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi (high added value crops) di musim kemarau atau disaat curah hujan makin jarang.
Teknik pemanenan air (water harvesting)
Embung merupakan salah satu teknik
pemanenan air (waterharvesting)
yang sangat sesuai di segala jenis agroekosistem.
Di lahan rawa namanya pond yang berfungsi
sebagai tempat penampungan air drainase
saat kelebihan air di musim hujan dan
sebagai sumber air irigasi pada
musim kemarau. Sementara pada ekosistem
tadah hujan atau lahan kering dengan intensitas
dan distribusi hujan yang tidak merata, embung dapat digunakan untuk menahan kelebihan air dan menjadi sumber air
irigasi pada musim kemarau.
Fungsi operasional Embung
Secara operasional sebenarnya embung berfungsi
untuk mendistribusikan dan
menjamin kontinuitas ketersediaan pasokan
air untuk keperluan tanaman
ataupun ternak di musim kemarau dan
penghujan.
Tujuan pembangunan Embung
2. 2. Menyediakan sumber air
sebagai suplesi irigasi di musim
kemarau untuk tanaman palawija,
hortikultura semusim, tanaman perkebunan
semusim dan peternakan.
Bendungan adalah bangunan yang berupa urukan tanah, urukan batu, dan beton, yang dibangun selain untuk menahan dan menampung air, dapat pula dibangun untuk menahan dan menampung limbah tambang, atau menampung lumpur sehingga terbentuk waduk (reservoir).
Waduk adalah wadah buatan yang terbentuk
sebagai akibat dibangunnya
bendungan sehingga menyebabkan genangan
air dalam ketinggian tertentu (cadangan air).
Kriteria Bendungan
Bendungan sendiri terbagi dalam beberapa
jenis sesuai dengan ketinggian
urukannya yakni bendungan dengan tinggi
10-15 meter yang diukur dari dasar pondasi terdalam, lalu bendungan
dengan tinggi 15 meter lebih.
Kriteria lain sebuah urukan disebut
bendungan yakni debit banjir maksimal
yang diperhitungkan paling sedikit 1.000
meter kubik per detik dan daya tampung waduk paling sedikit 500.000 meter
kubik.
Bendungan biasanya dilengkapi dengan
pintu air yang berukuran raksasa,
yang fungsinya untuk mengendalikan air
yang keluar dari waduk.
Pengertian Waduk
Waduk adalah tampungan yang berfungsi untuk menyimpan air pada waktu air mencapai volume yang berlebihan, agar dapat dipakai pada waktu yang
diperlukan.
Usaha untuk mengatur keluar dan masuknya
air pada waduk disebut manajemen air (water
management). Hal ini bertujuan agar
pengaturan air untuk kebutuhan manusia
dapat dilakukan dengan baik. Air yang diatur adalah air hujan atau sungai
yang ditampung di waduk, sehingga air
dapat disediakan dalam waktu atau
tempat yang tepat dalam jumlah yang diperlukan.
Fungsi Waduk
1.
IRIGASI
Pada saat
musim hujan, air hujan yang turun di daerah tangkapan air sebagian besar akan mengalir ke sungai-sungai, air itu dapat ditampung sehingga pada musim kemarau air yang tertampung tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, antara lain untuk irigasi lahan pertanian.
2.
PENYEDIAAN AIR BAKU
Waduk
selain sebagai sumber untuk pengairan persawahan juga dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum di mana diperkotaan sangat langka dengan air bersih.
3.
SEBAGAI PLTA
Dalam
menjalankan fungsinya sebagai PLTA, waduk dikelola untuk mendapatkan kapasitas listrik yang dibutuhkan. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah biasanya terintegrasi dalam bendungan dengan memanfaatkan energi mekanis aliran air untuk memutar turbin, diubah menjadi energi listrik melalui generator.
4.
PENGENDALI BANJIR
Sungai
dengan debit air yang besar jika tidak dikendalikan dengan cermat maka akan membahayakan masyarakat sekitar sungai itu sendiri. Masalah ini lantas dapat dijadikan sebagai latar belakang pendirian waduk.
serba serbi
SURVEY LOKASI SMALL GULY PLUG (SGP)
Survei Calon Lokasi Pembangunan Small Gully Plug (SGP) di KTH Alam Mulyo I Desa Glinggangan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan Kegia...












