Kamis, 21 Maret 2024

HASIL HUTAN BUKAN KAYU

TEKNIK PENYADAPAN GETAH PINUS

Kalau kita berbicara tentang Hasil hutan, hasil hutan terdiri dari hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu.Ppada kesempatan ini marilah kita membahas hasil hutan non kayu yaitu mengenal Teknik Penyadapan Getah Pinus sebagimana infografis berikut:












Senin, 06 November 2023

 

MONITORING DAN EVALUASI

PELAKSANAAN KEGIATAN KEBUN BIBIT RAKYAT JENIS MANGROVE DI DESA KEMBANG  KECAMATAN PACITAN KABUPATEN PACITAN TAHUN 2023

Kebun Bibit Rakyat (KBR) merupakan program pemerintah untuk menyediakan bibit tanaman hutan dan jenis tanaman buah buahan (MPTS) yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok masyarakat atau kelompok tani hutan Atau Kelompok Masyarakat.

Adapun progres pengerjaan KBR Jenis Tanaman Mangrove dilaksanakan oleh Pokmas Jangkar Segoro Kidul yang berada di Dusun Kiteran, desa Kembang Kecamtan Pacitan Kabupaten Pacitan. Pada saat dilakukan monitoring ini sudah pada tahap pemeliharaan bibit mencakup kegiatan penyulaman, pengairan, pendangiran, pengendalian hama/penyakit.

Proses pengerjaan program KBR ini langsung termonitoring oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Solo, karena kabupaten Pacitan masuk dalam wilayah BPDAS Solo.

Monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan pada Kamis (26/10/2023) oleh tim BPDDAS Solo yakni Anugrah Condro Santoso, S.P., Ari Setyanto Wibowo, S.P. Narvia Wachid A, Budiyo Hary Murti dan didampingi juga dari pengawas lapangan KBR dan Penyuluh Kehutanan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan.

 

Hasil monitoring dan evaluasi untuk Pokmas Jangkar Segoro Kidul yakni pembuatan bibit mangrove sudah terpenuhi sejumlah 50.000 batang, Pada kegiatan tersebut ada 2 (dua) Varitas  bibit mangrove yang dibuat, yaitu Rhizophora Mucronata sejumlah 45.000 (empat puluh lima ribu) batang, dan Varitas Avicennia spp sejumlah 5000 (Lima ribu) batang. Monitoring dan evaluasi akan terus dilaksanakan sampai tahap penanaman di lahan tanam dalam program KBR ini.

 


DOKUMENTASI MONITORING KBR DESAKEMBANG



 

 

Kamis, 05 Oktober 2023

MONITORING DAN EVALUASI

 MONITORING DAN EVALUASI

PELAKSANAAN KEGIATAN KEBUN BIBIT RAKYAT DI DESA MANTREN KECAMATAN PUNUNG KABUPATEN PACITAN TAHUN 2023

Kebun Bibit Rakyat (KBR) merupakan program pemerintah untuk menyediakan bibit tanaman hutan dan jenis tanaman buah buahan (MPTS) yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok masyarakat atau kelompok tani hutan.

Adapun progres pengerjaan KBR pada KTH Wana Harapan desa Mantren Kecamtan Punung Kabupaten Pacitan ini sudah pada tahap pemeliharaan bibit mencakup kegiatan penyulaman, pengairan, pendangiran, pengendalian hama/penyakit.

Proses pengerjaan program KBR ini langsung termonitoring oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Solo, karena kabupaten Pacitan masuk dalam wilayah BPDAS Solo.

Monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan pada Kamis (26/10/2023) oleh tim BPDDAS Solo yakni Anugrah Condro Santoso, S.P., Ari Setyanto Wibowo, S.P. Narvia Wachid A, Budiyo Hary Murti dan didampingi juga dari pengawas lapangan KBR dan Penyuluh Kehutanan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan.

  

  

Hasil monitoring dan evaluasi untuk KTH Wana Harapan yakni pembuatan bibit sudah terpenuhi sejumlah 35.000 batang, tetapi masih ada beberapa polybag yang kosong sehingga masih dilakukan penyulaman terutama pada jenis balsa. Pada kegiatan tersebut ada 3 (tiga) jenis bibit yang dibuat, yaitu sengon sejumlah 20.000 (dua puluh ribu) batang, balsa 10.000 (sepuluh ribu) batang dan alpokat sebanyak 5.000 (lima ribu) batang. Monitoring dan evaluasi akan terus dilaksanakan sampai tahap penanaman di lahan tanam dalam program KBR ini.


DOKUMENTASI MONITORING KBR DESA MANTREN

      








 

 

Senin, 25 September 2023

TEMU TEKNIS PEMBUATAN UPSA

 

TEMU TEKNIS PEMBUATAN UPSA DI DESA SAMBONG KECAMATAN PACITAN KABUPATEN PACITAN TAHUN 2023

Dalam rangka untuk memaksimalkan keberhasilan kegiatan Pembangunan sektor Kehutanan, baru-baru ini dilakukan sosialisasi pelaksanaan RHL di Desa Sambong Kec. Pacitan Kab. Pacitan tepatnya pada tanggal 22 September 2023. Hadir dalam pertemuan tersebuta diantaranya Kepala Desa Sambong, Kepala CDK Wilayah Pacitan, Kepala Seksi RHL BPDAS Solo, PKL, Pengurus dan anggota KTH pelaksana kegiatan UPSA. Kepala Desa Sambong dalam sambutanya menyampaikan terimakasi yang sebesar-besarnya kepada Kepala CDK Wilayah Pacitan dan BP DAS Solo yang telah mempercayakan pelaksanaan kegiatan UPSA tahun 2023 di wilayahnya. Harapanya kegiatan ini bermanfaat bagi Masyarakat Desa Sambong khususnya dan Masyarakat Pacitan pada umumnya.

Sambutan Kepala Desa Sambong

Bapak Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilaayah Pacitan dalam sambutannya menyampaikan bahwa UPSA ini merupakan salah satu kegiatan untuk mengurangi adanya bahaya banjir di wilayah kota Pacitan. Sebelumnya juga sudah dibangun 40 unit Small guly plug (SGP) yang bertujuan untuk mengurangi sedimentasi di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan ini disampaikan juga bahwa mengingat saat ini musim kemarau, dihimbau warga masyarakat untuk berhati-hati dalam mengolah lahan terutama ketika membakar seresah atau sisa-sisa tanaman harus dijaga sampai api benar-benar sudah mati baru ditinggal, jangan sampai habis membakar sampah dan sebagainya langsung pergi. Jika ada angin bisa menyebabkan api merembet ke sekitarnya dan berakibat kebakaran hutan.
Sambutan Kepala CDK Wil. Pacitan

Yang dimaksud UP UPSA adalah salah satu kegiatan rehabilitasi lahan dengan memadukan teknik vegetatif dan sipil teknis pada lahan dengan luas 10 Ha, dalam pelaksanaan kegiatan dengan memperhatikan kemampuan dan kesesuaian lahan yang bersangkutan. Lokasi kegiatan pembangunan model UPSA berada di lahan kritis yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan untuk aktifitas budidaya terutama melalui pola agroforesty. Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi RHL BPDAS Solo. Lebih lanjut bapak Yanuar menyampaikan bahwa UP UPSA sebagai salah satu cara mengurangi sedimentasi Adapun manfaat yang diharapkan adalah:

-          Manfaat ekologi

-          Manfaat ekonomi dan

-          Manfaat social kelembagaan.

 

Kegiatan UPSA tersebut dapat terlaksana berdasarkan permohonan Kelompok berupa Proposal yang diajukan ke BPDAS SOLO. Yang penetapannya didasarkan dan dipastikan merupakan wilayah Prioritas DAS, yang jenis dan jumlah tanaman disesuaikan dengan kebutuhan kelompok yang dituangkan dalam RUKK dan disesuaikan dengan kondisi wilayah, agar lebih besar keberhasilan dari kegiatan tersebut. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi warga Masyarakat desa Sambong dan sekitarnya.




Jumat, 04 Agustus 2023

PENINGKATKAN USAHA KTH DENGAN PEMANFAATAN ALAT EKONOMI PRODUKTIF SECARA MAKSIMAL

 

Sosialisasi Alat Ekonomi Produktif Lingkup Kab Pacitan th 2023 CDK Wilayah Pacitan

Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan melalui Program Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan Provinsi Dan Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kehutanan, Sub Kegiatan Penguatan Dan Pendampingan Kelembagaan Kelompok Tani Hutan Tahun Anggaran 2023, telah merealisasikan pengadaan bantuan Alat Ekonomi Produktif Kepada Kelompok Sasaran.

Alat ekonomi produktif yang diserahkan tersebut di antaranya pada Kabupaten Pacitan di dua kelompok yaitu :

1. KTH Rukun Makmur, Desa Gayuhan, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Berupa Mesin Pencacah Rumput (chopper). KTH mengembangkan usaha kelola Agrosilvopasture mengkombinasikan tanaman kehutanan dan ternak. Penyediaan chopper mendukung produksi pakan ternak

Spesifikasi mesin berkapasitas bahan bakar 10L, mampu mencacah lebih dari 20kg rumput basah. Serbaguna bahan yang diproses sebagai sediaan pakan fermentasi ternak ataupun bahan baku pengolahan pupuk bokhasi. Tentunya dengan kolaborasi antara kelompok tani Hutan bersama penyuluh kehutanan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat khususnya anggota KTH.

2. KTH Wana Boga, Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan. Berupa Hand tractor, mesin cultivator. Kelola usaha kelompok yaitu menggarap lahan bawah tegakan dan tanaman kehutanan.

Adanya bantuan peralatan-peralatan tersebut nilainya dapat dikatakan masih cukup kecil. Namun, dari segi manfaat, cukup besar apabila digunakan sebaik-baiknya. Pada dasarnya memang Pengadaan Alat sarana prasarana Ekonomi Produktif diharapkan terealisasi untuk mendorong pemerataan ekonomi dan mengurangi ketimpangan ekonomi melalui tiga pilar yaitu lahan, kesempatan usaha, dan sumber daya manusia

Keduanya telah dilakukan sosialisi dan serah terima per bulan Agustus 2023. Penyerahan dilakukan pada kelompok sasaran, melibatkan Kepala CDK Wilayah Pacitan, Koordinator Penyuluh Kehutanan, Penyuluh Pendamping, Perwakilan Pemdes Setempat, segenap anggota KTH Binaan. Dalam sosialisasi disampaikan keberadaan alat merupakan aset kelompok, sehingga harus dikelola dengan skema sebaik mungkin untuk kepentingan kelompok dan masyarakat sekitar.

Alat ekonomi produktif chopper dan cultivator tentunya diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan pendapatan para KTH utamanya anggota dalam mencapai kemandirian usaha. Selain itu, melalui penyerahan bantuan KTH binaan dapat meningkatkan dan mengembangkan kapasitas kelembagaan dan kewirausahaan dalam mengelola sumber daya hutan sehingga mampu menjadi kelompok yang mandiri dan berdaya.

Disusun Oleh :
Slamet Riyanto, SP (Penyuluh Kehutanan Ahli Muda)
Koordinator Penyuluh Kehutanan


Semoga Bermanfaat ????

Rabu, 26 Juli 2023

PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT SECARA LESTARI

Hutan lestari adalah salah satu bentuk pengolahan hutan yang mengedepankan munculnya sistem pengolahan yang menjamin keberlangsungan produksi dan terjaganya ekosistem. Pengelolaan hutan secara lestari sudah menjadi kebutuhan saat ini. Sertifikasi hutan merupakan salah satu alat kebijakan yang bertujuan untuk mendorong implementasi pengelolaan hutan secara lestari. Sertifikasi hutan muncul karena beberapa faktor yaitu adanya keprihatinan dari berbagai pihak (aktivis lingkungan dan masyarakat) terkait dengan minimnya upaya pemerintah dalam menanggulangi laju deforestasi, meningkatnya kebutuhan kayu dunia serta adanya tuntutan pasar internasional terhadap ekspor kayu yang ramah llingkungan (terutama pasar Eropa dan Amerika Utara).

Tuntutan sertifikasi hutan rakyat menjadi tantangan tersendiri bagi pengelolalan hutan rakyat di Indonesia. Sertifikat dan legalitas bagi hutan rakyat menjadi syarat mutlak agar bisa diterima, diakui dan laku di pasar internasional. Keberadaan hutan rakyat dalam konteks ini dimaknai telah terintegrasi dalam perdagangan internasional.

Suatu Perusahaan Pengolah Kayu Rakyat yakni PT. Kayu Multi Guna Indonesia melakukan penjajagan kemungkinan dilakukan kerjasama dengan KTH yang ada di Wilayah Kerja Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan. Kegiatan tersebut diawali dengan diskusi di Kantor Cabang Dinas kehutanan wilayah Pacitan pada hari Rabu, 26 Juli 2023. Hadir dalam pertemuan tersebut team dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa timur, team dari PT KMGI, Kepala CDK Wilayah Pacitan dan staf serta Penyuluh Kehutanan Cabang Dinas Kehutanan wilayag Pacitan.

Dalam pertemuan tersebut dilakukan penjelasan oleh Team Dinas kehutan Provinsi Jawa Timur terkait kemungkinan adanya kerjasama penyediaan bahan baku industri dengan kelompok-kelompok tani hutan yang ada di wilayah. Besar harapan dari Dinas kehutanan bisa terjalinya kerjasama tersebut demi tercapainya pengelolaan hutan rakyat yang lestari di Jawa Timur. Perwakilan PT. KMGI menawarkan kerjasama dengan sistem Forest Stewardship Council (FSC) yaitu sebuah organisasi internasional yang didirikan tahun 1993 yang menyediakan sistem untuk akreditasi dan sertifikasi oleh pihak ketiga yang independen secara sukarela. Jadi perusahaan akan menerima hasil hutan kayu dan non kayu dengan syarat lahan hutan rakyat tersebut sudah memiliki sertifikat FSC yang mana KTH dan anggotanya pemilik lahan sekaligus pemilik kayu dan perusahaan sebagai pihak yang bersedia membiayai proses sertifikasi hutan rakyat ini.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan survey ke lokoasi potensi hutan rakyat terutama kayu sengon yang ada di Desa Sanggrahan Kecamatan Kebonagung pada hari pertama dan hari kedua di Desa Piton kecamatan Punung. Pada pertemuan awal dengan KTH disampaikan gambaran-gambaran rencana kerjasama dan KTH diberi waktu untuk merespos kegiatan ini setelah melakukan diskusi dengan anggotanya. Dari pertemuan awal tersebut sudah ada tanda-tanda kerjasama dapat dilksanakan atau komitmen  akan tetapi belum dilakukan perjanjian kerjasama. memang masih perlu beberapa tahap pertemuan-pertemuan untuk membahas teknik-teknik kerjasama pada pertemuan berikutnya.

 
Dokumentasi pertemuan antara Dinas Kehutanan provinsi Jatim, PT. Kayu Multi Guna Indonesia, CDK Wi. Pacitan dan Penyuluh Kehutan, KTH Wana Yasa I Desa Piton Kec. Punung.







Selasa, 20 Juni 2023

MENINGKATKAN KAPASITAS KELOMPOK TANI HUTAN MELALUI STUDY BANDING

KELOMPOK TANI HUTAN AREN LESTARI MENJADI TUJUAN STUDY BANDING KTH GARUDA SAKTI PROBOLINGGO

Study Banding merupakan salah satu penerapan metode penyuluhan kehutanan yaitu menyebarkan informasi melalui komunikasi langsung secara kelompok bersama sasaran penyuluhan. Pengertian study Banding yaitu perjalanan yang  diselenggarakan oleh Penyuluh Kehutanan bersama sasaran Penyuluhan Kehutanan ke suatu lokasi yang sudah berhasil dalam kegiatan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan untuk menambah wawasan dan motivasi sasaran penyuluhan. 

Adalah Kelompok Tani Hutan Aren Lestari Desa Temon Kecamatan Arjosari yang menjadi salah satu tujuan study banding  dari lingkup Cabang Dinas Kehutanan wilayah Pacitan maupun dri luar Kabupaten, yang bertujuan untuk menambah wawasan baik pribadi dan kelompoknya dalam rangka pengelolaan usaha sadap nira aren yang diproses menjadi gula aren. Baru-baru ini peserta study banding dari KTH Garuda Sakti Desa Kalianan, Kecamatan Krucil Kab. Probolinggo Provinsi Jawa Timur pada tanggal 20 Juni 2023. 

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan PT PLN Nusantara Power UP Paiton Probolinggo melalui dana Corporate Social Responsibirity (CSR). Ikut dalam rombongan study banding tersebut adalah Pihak PT PLN Nusantara Power UP Paiton, BAPPEDA Probolinggo, Pengurus dan anggota Kelompok gula semut "Garuda Sakti" yang mengelola usaha penyadapan nira aren diproses menjadi gula aren. Turut hadir dalam kegiatan tersebut bapak KCDK Wilayah Pacitan bapak Wardoyo, S.Hut, M.M, Koordinator Penyuluh Kehutanan, Penyuluh Kehutanan Wilayah Kerja Kecamatan Arjosari, Pengurus dan anggota KTH Aren Lestari serta CV. Temon Agro Lestari.

Banyak hal yang ditdiskusikan dari peserta dan rombongan terkait sadap nira, proses pembuatan gula aren, sampai pada varian lainnya seperti gula semut, gula cair, Cube serta trik-trik yang harus dilakukan agar kelompok mampu menembus pasar eksport. Pada kesempatan tersebut Ketua KTH Aren Lestari yaitu Heri Suryanto menjelaskan pada peserta berbagai macam dan Varian olahan nira aren dan turunanya. dalam kesempatan itu dipraktekan pula pembuatan gula aren, di rumah salah satu petani. Peserta sangat antusias memperhatikan proses serta bayak sekali saling tukar pengalaman dan sering terkait pembuatan gula aren. Satu hal yang menjadikan semacam pengalaman berharga bagi mereka adalah penggunaan Satu Jenis empon-empon sebagai laru istilah di Temon yaitu jenis Temu Lawak, yang kalau di Probolinggo menggunakan kulit buah manggis. Itu semua merupakan kearifan lokal yang harus kita pertahankan agar dapat menjadikan ciri khas masing-masing wilayah dan bahkan dapat ditiru oleh daerah lainnya. fungsi laru tersebut baik temu lawak maupun kulit manggis adalah untuk campuran nira agar niranya tidak terasa asam.

Setelah banyak diskusi saling memberi informasi dan terasa cukup akhirnya peserta kembali ke daerah asal dengan rasa gembira karena banyak ilmu tentang pengelolaan tanaman aren sampai pengolahan , pengemasan dan pemasaran hasil yang sudah dilakukan oleh KTH Aren Lestari desa temon Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan.

   


serba serbi

HASIL HUTAN BUKAN KAYU

TEKNIK PENYADAPAN GETAH PINUS Kalau kita berbicara tentang Hasil hutan, hasil hutan terdiri dari hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu...