Kamis, 11 Mei 2023

PENGEMBANAGAN TANAMAN MPTS SALAH SATU PILIHAN UNTUK MENDONGKRAK EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN PACITAN

PENGEMBANGAN TANAMAN PRODUKTIF DI KABUPATEN PACITAN KERJASAMA DENGAN BPDAS SOLO

Komitmen Pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat terus dilakukan dengan kerja nyata. Hal ini ditunjukkan oleh Cabang Dinas kehutanan Wilayah Pacitan kerjasama dengan BPDAS Solo sampai bulan Mei 2023 ini masih menyediakan bibit tanaman MPTS/Prduktif yang akan dibagikan kepada masyarakat secara gratis sejumlah 18.400 dan 5.000 batang terdiri dari beberapa jenis bibit tanaman yaitu Alpokat, Durian, Pete, Nangka, dan Jambu Kristal. 

  

Dengan jumlah ribuan bibit tanaman bersertifikat tersebut telah dialokasikan kepada kelompok-kelompok tani hutan diseluruh Kabupaten Pacitan, yang telah mengajukan Proposal dan terverifikasi oleh BPDAS SOLO. Antusias dan semangat warga masyarakat untuk menanam sangat tinggi dan ini terbukti setelah mendapat berita bibit siap diambil, kontan saja para kelompok berbondong-bondong mengambilnya. Karena lokasi penanaman jauh dari kantor CDK maka dalam pengambilan bibit pada umumnya menggunakan alat angkut truk, dengan kapasitas sesuai dengan yang diajukan oleh KTH.

Kelompok yang mengajukan tersebut terdiri dari kelompok binaan yaitu KTH yang potensial mengembangkan jenis MPTS tersebut. Selain itu para penerima di antaranya kelompok masyarakat swadaya, meliputi : Pokmas Jagad Barokah - Klesem, Petani Muda Bolosingo, Krajan Loh Jinawi - Kendal, Murakapi Jatimalang, Tani Budi Karya 4 Wonosidi, Putra Mandiri Bandar dan Sedulur Tani Makmur Mentoro.

Keadaan cuaca di wilayah Pacitan sendiri dalam kurun waktu seminggu terakhir tercatat masih ada hari hujan, sehinga masih memungkinkan tanaman untuk  segera dapat ditanam dan selanjutnya dipelihara dengan baik agar tanaman produktif tersebut dapat tumbuh dengan bak. Bagi masyarakat dan kelompok tani hutan dalam melakukan penanaman tanaman produktif harus melakukan hal-hal sebagai berikut: 

1. Menyiapkan lahan; yaitu membersihkan lahan dari gulma dan rumput pengganggu lainnya agar tanaman  berkembang dengan baik. 

2. Membuat lubang tanam; lubang tanaman dibuat dengan ukuran 40x40x40 cm.

3. Memberi pupuk dasar atu pupuk kompos pada lubang tanam dan dicampur dengan tanah galian sebagai media tanamnya, kemudian dimasukkan ke lubang tanam.

4. Penanaman; dilakukan dengan membuat galian pada lubang tanam sebesar polybag dan bibit dimasukkan dengan membuang polybag.

5. padatkan tanah kanan kiri batang tanaman dan beri ajir sebagai penyangga tanaman.

6. siram secukupnya agar tanaman tidak layu jika tidak ada ada air hujan.

Jika tanaman bibit produktif sudah ditanam, maka kegiatan selanjutnya ialah melakukan pemeliharaan dengan membersihka sekitar tanaman dari rumput dan gulma, melakukan penyulaman jika ada yang mati dan juga melakukan pendangiran dan pemupukan. Dengan pemeliharaan yang baik dengan harapan tanaman produktif dapat berproduksi dengan baik.

  



Rabu, 12 April 2023

MENGENAL TANAMAN BINTARO

 MANFAAT TANAMAN BINTARO

Tanaman Bintaro adalah salah satu jenis pohon yang berbuah mirip dengan tanaman mangga. Buahnya berukuran sedang, berwarna hijau saat muda dan berwarna merah ketika telah tua.

Pohon bintaro atau sea mango adalah salah satu jenis tanaman mangrove yang tumbuh subur di wilayah pesisir. Nama ilmiahnya Cerbera manghas dan dikenal sebagai pohon beracun yang mematikan. Meski demikian, pohon bintaro banyak dimanfaatkan sebagai salah satu pohon peneduh sehingga termasuk pohon yang banyak dibudidayakan.

Pohon bintaro atau sea mango adalah salah satu tanaman mangrove yang cukup terkenal dari daerah pesisir. Pohon ini biasa dijumpai di sepanjang wilayah pantai atau hutan bakau. Selain itu, saat ini pohon bintaro banyak dibudidayakan oleh pemerhati lingkungan karena manfaatnya sebagai tanaman peneduh.

TAKSONOMI
Klasifikasi tumbuhan bintaro adalah sebagai berikut:

Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas        : Asteridae

Ordo                : Gentianales

Famili              : Apocynaceae

Genus              : Cerbera

Spesies                : Cerbera mangha

Dalam beberapa referensi pohon bintaro diduga pohon ini adalah kelompok tumbuhan mangrove yang berasal dari kawasan tropis Asia, Madagaskar, Australia, dan wilayah Kepulauan di bagian barat Samudera Pasifik.

 
 
   
Foto Tanaman Bintaro

Habitat alami pohon bintaro adalah di wilayah tropis. Tumbuhan bintaro tersebar hampir di seluruh wilayah Indo-Pasifik yang beriklim tropis, termasuk Indonesia, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Bangladesh, dan India. Selain itu, pohon ini banyak ditanam di kota-kota besar untuk mendukung program penghijuan. 

Buah bintaro berasal dari pohon bintaro yang dalam jenis tanaman, termasuk dalam kategori tanaman peneduh sebagai manfaat penghijauan lingkungan. Pohon bintaro ini memiliki sifat yang tahan banting, cepat tumbuh dan mampu untuk beradaptasi sehingga biasa digunakan untuk meneduhkan jalan. Biasanya, pohon ini memiliki tinggi hingga 12 meter dan memiliki daun yang berbentuk lonjong layaknya daun mangga. Untuk buahnya sendiri, bintaro memiliki buah yang menyerupai telur dengan ukuran 5-10 cm yang berwarna merah tua jika telah matang.

Kandungan dalam Buah Bintaro
Berdasarkan penelitian Faperta Institut Pertanian Bogor (IPB), buah bintaro terdiri atas 8% biji dan 92% daging buah. Bagian bijinya terbagi dalam cangkang 14% dan daging biji 86%. Biji Bintaro mengandung minyak antara 35-50% (bandingkan dengan biji jarak yang 14% dan kelapa sawit 20%). Semakin kering biji bintaro semakin banyak pula kandungan minyaknya. Minyak ini termasuk jenis minyak nonpangan, diantaranya asam palmitat 22,1%, asam stearat 6,9%, asam oleat 54,3%, dan asam linoleat 16,7%.

MANFAAT BUAH BINTARO

1. Pengisur Tikus

Manfaat buah bintaro ini dapat dijadikan racun tikus sebab buah ini mengandung racun cerberin yang dapat merusak syaraf pusat otak tikus. Dengan penciuman yang tajam, maka tikus akan segera menjauh. Cara untuk menjadikan buah bintaro menjadi racun tikus pun cukup mudah. Yakni dengan meletakkan buah bintaro tersebut pada area yang biasa dilalui oleh tikus sehingga dengan sendirinya tikus itu akan pergi.

 

2. Bahan Bakar Alternatif

Berdasarkan penelitian Faperta IPB, buah bintaro sesungguhnya dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Bahkan berdasarkan hasil uji toksisitas dari getah buahnya, menunjukkan minyak bintaro layak digunakan sebagai bahan bakar, dengan bau, asap dan residu lainnya yang tergolong aman.

3. Minyak Tanah

Jika disandingkan dengan biji jarak, biji dari buah bintaro ini sesungguhnya memiliki kadar minyak yang lebih tinggi. Melalui beberapa tahap pengolahan, 1 kg minyak bisa dihasilkan dari 1,8 kg biji bintaro yang sudah kering. Minyak ini bisa digunakan sebagai pengganti minyak tanah untuk kompor. Proses pengolahan buah bintaro menjadi minyak ini juga terhitung cepat dan mudah, adapun caranya adalah:

·         Mengeringkan biji bintaro di bawah sinar matahari

·         Kemudian giling atau tumbuk biji bintaro kering itu

·         Lakukan pengepresan sampai minyaknya keluar

·         Jika bercampur dengan kotoran, saring minyak tersebut

·         Jika perlu, diamkan minyak selama satu sampai dua malam agar kotorannya mengendap

·         Lalu, minyak pun siap digunakan.

4. Racun Ulat Grayak

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjar Baru Kalimantan Selatan ini melakukan penelitian terhadap buah bintaro, terhadap ulat grayak.

Hasil riset yang dilakukan pada tahun 2008 tersebut, menunjukkan 24 jam setelah mengkonsumsi makanan yang dicelupkan dalam larutan bintaro, sebanyak 30% populasi ulat grayak mati. Bahkan, tingkat kematian naik menjadi 90-95% setelah 60-72 jam perlakuan ini.

5. Biopestida

Cara pembuatan biopestida dari manfaat buah bintaro ini cukup mudah, yakni dengan cara ekstraksi (etanol dan air). Caranya :

·      a. Paling utama adalah menyiapkan 1 kg daun bintaro segar. 

    b. Kemudian rendam 2 hari dalam larutan ethanol atau aseton.

    c. Lalu saring ekstrak untuk memisahkan cairan dengan daun.

    d. Setelah itu uapkan cairan ekstrak hingga pekat

Untuk aplikasi, dosis 1 gr adalah 1 liter air. Caranya dengan melarutkan 1 gr pasta dalam 5-10 cc minyak tween, lalu ditambah air sedikit demi sedikit. Terakhir, semprotkan 500 liter larutan untuk 1 hektar lahan.

6. Racun pada Anak Panah

Di India racun yang terkandung dalam buah bintaro biasa digunakan untuk bunuh diri. Adapun suku Dayak dan Banjar menggunakan racun yang terdapat dalam buah ini untuk membunuh hewan, jika dioleskan pada anak panah untuk untuk tujuan berburu.

7. Bahan Papan Partikel

Serat buah bintaro merupakan salah satu bahan baku berlignoselulosa bukan kayu, yang memiliki kandungan : holoselulosa –  65,47%,  α-selulosa – 56,76%, lignin – 28,30%, ekstraktif – 7,55%.

Adanya kandungan lignoselulosa pada serat buah bintaro, dapat berpotensi jika dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan papan partikel.

8. Bahan Baku Lilin

Lilin adalah sumber penerangan yang biasa digunakan oleh sebagian masyarakat. Belakangan diketahui bahwa ternyata biji dari buah bintaro mengandung minyak yang banyak. Dan karena mampu menghasilkan minyak yang banyak inilah, maka manfaat buah bintaro dapat digunakan untuk membuat lilin.

 9. Bahan Deodoran

Seperti yang diketahui, deodoran berfungsi untuk menghambat saluran keringat agar jumlah keringat yang tumbuh di ketiak sedikit. Selain itu, deodoran juga memiliki nilai tambah karena keharumannya yang mampu membuat ketiak tercium wangi. Ternyata, buah bintaro adalah salah satu buah yang berfungsi sebagai bahan deodoran tersebut. Bahkan beberapa penelitian telah membuktikan hal tersebut.

10. Obat Luka

Manfaat buah bintaro juga berfungsi sebagai obat luka. Bahkan, suku Muna yang berasal dari kecamatan Wakarumba Sulawesi Utara, biasa memanfaatkan cerbera odollam yang terkandung pada buah bintaro sebagai obat luka yang mampu menyembuhkan.

Pohon tanaman Bintaro yang selama ini belum banyak orang tahu fungsi dan manfaatnya, ternyata banyak sekali manfaat tanaman bintaro selain sebagai tanaman penghijauan, Marilah kita menanam tanaman-tanaman yang banyak manfaat bagi kehdupan di muka bumi ini.


  





 



Kamis, 16 Maret 2023

PEMBINAAN PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK TANI HUTAN (KTH)

PENINGKATAN KELAS KELOMPOK TANI HUTAN DARI PEMULA KE MADYA DI LINGKUP CABANG DINAS KEHUTANAN WILAYAH PACITAN

Pada tahun 2023 ini Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan melakukan kegiatan Pembinaan kth dalam rangka Peningkatan Kelas Kelompok Tani Hutan (KTH) dari kelas Pemula ke Madya yang dilaksanakan pada bulan Pebruari sampai Juni 2023. Tepat pada tanggal 22-02-2023  lalu dilaksanakan di Desa Sanggrahan Kecamatan Kebonagung Kab. Pacitan tepatnya KTH Buana Jaya I.  

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P.89/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2019 tentang Pedoman Kelompok Tani Hutan bahwa Kelompok Tani Hutan (KTH) mempunyai klasifikasi yang terdiri dari kelas Pemula, kelas Madya dan kelas Utama. Klasifikasi KTH digunakan sebagai dasar pembinaan untuk peningkatan peningkatan kemampuan dan kemandirian KTH.

Salah satu target kegiatan peningkatan kelas KTH pada Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan sejumlah 10 KTH yang terbagi menjadi dua wilayah kerja, untuk wilayah kerja Kabupaten Ponorogo 5 KTH dan wilayah kerja Kabupaten Pacitan 5 KTH.   

Dalam pelaksanaan kegiatan peningkatan kelas KTH dari Pemula ke Madya, Penyuluh Kehutanan melaksanakan kegiatan pendampingan yang mencakup kelola kelembagaan, kelola kawasan dan kelola usaha. Adapun dalam melakukan pendampingan kelola kelembagaan meliputi kegiatan:

a. pembagian tugas, peran, tanggung jawab dan wewenang masing-masing pengurus KTH; 
b. penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan/atauaturan kelompok; 
c. penetapan lokasi dan kelengkapan serta pengaktifan fungsi sekretariat; d. penyusunan kelengkapan                        administrasi kelompok; 
e. pembuatan rencana kegiatan KTH; 
f. peningkatan kapasitas SDM KTH; 
g. peningkatan kepedulian sosial, semangat kebersamaan, gotong royong, kejujuran, dan keterbukaan         dalam     pengambilan keputusan dan pengelolaankelompok. 
h. pembagian peran, pembentukan kader dan regenerasi kepemimpinan dalamkelompok; 
i. penyusunan laporan kemajuan KTH setiap akhir tahun.

Pembinaan KTH pada kelola Kawasan dilakukan melalui pendampingan dalam kegiatan : 
a. pemahaman terhadap batas-batas wilayah kelola dan batas kawasan hutandisekitarnya; 
b. penataan dan pemetaan partisipatif wilayah kelola; 
c. pengenalan terhadap potensi dan daya dukung wilayah kelola; 
d. identifikasi dan pemetaan permasalahan wilayah kelola dan kawasan hutandisekitarnya; 
e. aktivitas kelompok dalam melakukan rehabilitasi (penanaman lahankritis/kosong/tidak produktif,            turus jalan, kanan kiri sungai, dan lain-lain); 
f. pemanfaatan wilayah kelola sesuai dengan potensi; 
g. peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan dalam pelestarian hutan dankonservasi sumber        daya alam; 
h. penyebarluasan informasi tentang kelestarian hutan dan lingkungan kepadamasyarakat luas; 
i. pencapaian pengelolaan hutan lestari yang antara lain perolehan sertifikat pengelolaan hutan lestari        (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu, Pengelolaan HutanBersama Masyarakat Lestari).

Pembinaan kelola usaha  dilakukanmelalui pendampingan dalam kegiatan: 
a. pengumpulan modal awal KTH; 
b. penyusunan rencana dan analisis usaha tani bidang kehutanan; 
c. penguatan manajemen usaha tani; 
d. pengembangan diversifikasi usaha produktif kehutanan lainnya; 
e. penguatan dan pengembangan modal kelompok; 
f. penyelenggaraan temu usaha KTH dengan pelaku usaha; 
g. pengembangan kerjasama, jejaring kerja dan kemitraan dengan pelaku usaha; 
h. peningkatan akses informasi dan teknologi dari berbagai sumber pada instansi teknis, lembaga                penelitian, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat danpelaku usaha;
 i. peningkatan pendapatan kelompok, penambahan penyerapan tenaga kerja dari usaha kelompok serta     peningkatan kontribusi usaha kelompok.

                               

Minggu, 12 Februari 2023

AGROFOESTRY SEBUAH HARAPAN

DENGAN MENGEMBANGKAN SISTEM AGROFORESTRI (WANA TANI) MERUPAKAN SEBUAH HARAPAN "MASYARAKAT SEJAHTERA HUTAN LESTARI" 

Sistem Agroforestri atau wana tani adalah bentuk yang dikembangkan pada program usaha tani kehutanan, yaitu bentuk pemanfaatan lahan secara maksimal agar memberikan manfaat kelestarian lingkungan dan produksi kebutuhan serta pangan. Oleh karena itu agroforestri yang mendifersipikasikan antara tanaman pertanian semusim, tanaman buah-buahan, empon-empon, peternakan, perikanan, dengan tanaman kayu sebagai tanaman pokok dapat memberikan manfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup masyafakat pengelolannya dan perbaikan agroekosistem di sekitarnya. Peningkatan jumlah penduduk membawa akibat pada peningkatan kebutuhan pangan dan lahan. Sementara itu lahan yang dapat digunakan untuk pembudidayaan tanaman pangan semakin menurun, baik kualitas maupun kuantitasnya. Berbagai aktivitas pembangunan fisik, seperti pembanguan permukiman, industri, sarana transportasi dan sebagainya telah banyak mengurangi luas lahan. Sedangkan menurunnya kualitas lahan disebabkan oleh pengelolaan lahan yang tidak berwawasan lingkungan serta meningkatnya pengaruh negatif dari berbagai bahan pencemar. Disadari bahwa kondisi tersebut diperlukan suatu sistem/pola tata guna lahan yang dapat mengop-timalkan lahan, sehingga kondisi lahan yang semakin terbatas ini dapat memenuhi kebutuhan pangan dan upaya mempertahankan kualitas lahan. Prinsip ini merupakan prinsip pengelolaan pertanian berkelanjutan Disisi lain ketersediaan lahan dewasa ini lebih banyak berada di wilayah dataran tinggi, dimana umumnya lahan di dataran rendah sudah semakin sempit sebagai akibat alih fungsi lahan dari areal pertanian ke fungsi lain, seperi perumahan da industry maupun sarana dan prasarana lainnya. 

Sistem agroforestry pada dasarnya adalah efisiensi penggunaan lahan, artinya dari sebidang lahan bisa dihasilkan berbagai produk yang bernilai ekonomi. Adapun tujuannya antara lain : 

1. Pemanfaatan lahan secara optimal yang ditujukan kepada produksi hasil tanaman berupa kayu dan         non kayu secara berurutan atau bersamaan 

2. Pembangunan secara multi fungsi dengan melibatkan peran serta masyarakat secara aktif. 

3. Meningkatkan pendapatan petani/penduduk miskin dengan memanfaatkan sumberdaya yang tersedia     dan meningkatnya kepedulian warga masyarakat terhadap upaya peningkatan kesejahteraan keluarga      miskin di lingkungannnya guna mendukung proses pemanfaatan ketahanan pangan masyarakat. 

4. Terbinanya kualitas daya dukung lingkungan bagi kepentingan masyarakat luas.

Agroforestri terdiri dari komponen-komponen kehutanan, pertanian dan/atau peternakan, tetapi agroforestri sebagai suatu sistem mencakup komponen-komponen penyusun yang jauh lebih rumit. Hal yang harus dicatat, agroforestri merupakan suatu sistem buatan (man-made) dan merupakan aplikasi praktis dari interaksi manusia dengan sumber daya alam di sekitarnya. Mengapa demikian? Agroforestri pada prinsipnya dikembangkan untuk memecahkan permasalahan pemanfaatan lahan dan pengembangan pedesaan; serta memanfaatkan potensi-potensi dan peluang-peluang yang ada untuk kesejahteraan manusia dengan dukungan kelestarian sumber daya beserta lingkungannya.

Kegiatan tersebut juga dilakukan oleh Kelompok Tani Hutan di lingkup Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan yang pada tahun 2023 ini melakukan kegiatan di lima KTH. Sampai saat ini kegiatan sudah memasuki tahap penanaman bibit. Jenis bibit yang dikembangkan adalah bibit Gemelina dan tanaman MPTS jenis Alpokat, serta tanaman semusimnya berupa tanamn jagung.

Jenis bibit Alpokat untuk kegiatan Agroforestri

Mengingat kondisi lahan di wilayah Kabupaten Pacitan sebagian besar sudah banyak tanaman penghijauan maka kegiatan ini sifatnya pengkayan tanaman. Jadi pada lahan-lahan yang belum rapat dan memungkinkan untuk ditambah tanaman baik tanaman kayu maupun tanaman MPTS. Untuk benih jagung tentunya ditanam pada lahan yang masih bisa produktif untuk tanaman jagung.

Kegiatan agroforestri tersebut dengan tujuan untuk menambah tutupan lahan di wilayah Kabupaten Pacitan dan untuk mendukung pengurangan potensi bencana tanah longsor dan banjir yang terjadi pada saat musim penghujan. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi sering wilayah Pacitan terjadi genangan di sekitar kota serta tanah longsor di bahu jalan, pada jalur utama maupun jalan-jalan lingkungan bagi wilayah-wilayah rawan longsor.

Kita berharap dengan kegiatan agroforestri ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat serta keberadaan hutan di Kabupaten Pacitan tetap terjaga secara lestari. sehingga harapan masyarakat sejahtera hutan lestari dapat terwujud.

 
          Bibit gmelina                     Bibit alpokat               Bibit alpokat siap ditanam





Selasa, 01 November 2022

REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN

REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN (RHL)

DI WILAYAH CABANG DINAS KEHUTANAN WILAYAH PACITAN

Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur setiap tahunnya.  Rehabilitasi lahan merupakan suatu usaha memperbaiki, memulihkan kembali dan meningkatkan kondisi lahan yang rusak agar dapat berfungsi secara optimal.

Usaha untuk pemulihan kondisi hutan konservasi dilakukan dengan cara restorasi hutan. Sementara untuk memulihkan kondisi hutan produksi dan hutan lindung dilakukan dengan cara rehabilitasi. Perbedaan Restorasi dan Rehabilitasi berdasarkan pemulihan adalah restorasi memiliki ranah pemulihan hutan pada fungsi, produktivitas, struktur, dan komposisi, Sedangkan ranah pemulihan rehabilitasi berada pada fungsi dan produktivitas hutannya.

Rehabilitasi Hutan dan Lahan dimaksudkan untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktifitas dan peranannya dalam mendukung sistem kehidupan tetap terjaga. Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan dapat dilaksanakan dengan kegiatan Reboisasi, Penghijauan, Penanaman, dan sering disebut dengan Konservasi Tanah secara Vegetatif dan Sipil Teknis.

Sementara yang dilakukan pada lahan hutan Rakyat di wilayah kerja Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan salah satunya adalah Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan secara Vegetatif dengan model Agroforestry. kombinasi tanaman Sengon, Alpokat dan Jagung yang Kegiatan Agroforestry dilaksanakan di Desa Karangan Kec. Badegan Kab. Ponorogo.

Kegiatan tersebut telah sampai pada tahapan persiapan lahan dan persiapan saprodi (bibit, pupuk). Bibit Sengon, alpokat dan jagung sudah terdistribusi ke lokasi tanam. Dalam kesempatan monev kegiatan itu hadir di lokasi titik turun bibit beliau bapak KCDK Wil, Pacitan, Penyuluh Kehutanan, Pengurus KTH dan Pengasuh Pondok sebagai penanggungjawab penanaman yang dilingkungan pondok pesantren di desa Karangan Kec. Badegan Kab. Ponorogo.

Monev bibit Agroforestry
di Desa Karangan Kec. Badegan
                

            Bapak KCDK memberi arahan dalam Monev
                 bibit tanaman produktif


  • Adapun manfaat dari sistem agroforestri yang diterapkan pada suatu lahan terutama pada petani, masyarakat, dan daerah setempat adalah sebagai berikut: 
  • a. Manfaat ekologi
  • Manfaat secara ekologi dari sistem agroforestry ini adalah mencegah terjadinya erosi tanah, degradasi lingkungan, perbaikan sruktur tanah melalui seresah atau sisia tanaman/dedaunan, pemecah angin dan pengelolaan sumber air secara lebih baik.
  • Hasil yang diperoleh dari sistem agroforestri berupa kayu pertukangan, kayu bakar, pangan, pakan ternak dan pupuk hijau memiliki ketersediaan serta mengalami peningkatan.
  • b. Manfaat ekonomi;
  • Adapun manfaat ekonomi dari kegiatan agroforestry yang diterapkan pada suatu lahan di wilayah, terutama pada petani, masyarakat setempat dan daerah setempat adalah:
  • - Hasil yang diperoleh dari Agroforestri adalah berupa kayu bakar, kayu pertukangan,  
  •   pangan,  pakan ternak, buah-buahan.
  • - mengurangi kegagalan panen secara total.
  • - Keaneka ragaman hasil petani meningkat karena jenis yang ditanam beberapa jenis, baik 
  •   kayu ataupun tanaman produktif dan palawija.





Minggu, 25 September 2022

OPTIMALKAN HASIL HUTAN NON KAYU

 BUDIDAYA LEBAH MADU kLANCENG (Trigona Leviceps)

Usaha perlebahan mempunyai peluang yang sangat baik untuk dikembangkan di masyarakat pedesaan, karena wilayah Indonesia memiliki potensi sumber daya alam hayati  yang mendukung kelola usaha tersebut, yaitu :

  1. Keragaman jenis lebah,
  2. Beragamnya jenis tumbuhan sebagai sumber pakan lebah maupun sumber getah, serta Nektar.

Kondisi lingkungan tropis yang sangat mendukung keberlanjutan dan perkembangan kehidupan lebah.

Lebah Klanceng (Trigona, sp).

 Lebah tanpa sengat yang dapat dibudidayakan dipermukiman. Jenisnya : Trigona itama, leaviceps, biroi, terminate dll.

IDENTIFIKASI LEBAH KLANCENG

u  Bentuknya lebih kecil daripada lebah madu biasa. Bahkan lebih kecil daripada lalat. Warnanya hitam, dengan kaki berbulu.

u  .Lebah klanceng/Trigona dengan nama latin Apis Trigona sp. di alam bebas hidup pada celah celah pohon yang kering, lubang pada kayu, batu, tembok dll. Karena bentuknya yang kecil lebah klanceng sering dikira semut yang bersayap

Persiapan Koloni

Koloni dapat diperoleh dari beberapa cara antara lain :

 1.   Memisahkan/memperbanyak koloni yg sudah ada.

 2.  Mengambil/berburu dari alam contohnya dari bambu dan kayu atau yg lainnya.

3.   Membeli dari pembudidaya yang lain

 4.   Membawa dari luar pulau atau luar daerah

Persiapan Vegetasi

Semua jenis tanaman berbunga yang menghasilkan nektar (makanan lebah),  serbuk sari (makanan anakan lebah)  serta menghasilkan getah (untuk membangun dan melindungi sarang) dengan jumlah seimbang.

1. Tanaman Penghasil Resin

2. Tanaman penghasil polen

3. Tanaman Penghasil Nektar

4. Tanaman Penghasil Nektar dan Polen

 


Tanaman Penghasil Resin

Yang diambil adalah getah pohonnya. Manfaat Resin / Getah :

u  Untuk membangun sarang

u  Untuk membuat Pot madu

u  Untuk membuat Pot polen

u  Pertahanan diri dari hama dan peyakit yang membahayakan kelangsungan hidup koloni lebah Trigona.

Tanaman penghasil Polen

Ø  Pollen adalah serbuk sari yang dikumpulkan oleh klanceng atau lebah.

Ø  Bee pollen berwarna  kekuning-kuningan. Rasa bee pollen sangat dipengaruhi oleh vegetasi di sekitar tempat budidaya.

Ø  Tanaman penghasil Polen : Jagung, Bunga Matahari, Kersen, Lamtoro, Sengon, Petai.

 

Tanaman Penghasil Nektar
  1. Nektar atau sari bunga adalah cairan manis kaya dengan gula yang diproduksi bunga dari tumbuh-tumbuhan sewaktu mekar untuk menarik kedatangan hewan penyerbuk seperti serangga dan termasuk didalamnya adalah lebah Trigona.
  2. Nektar tidak hanya berasal dari bunga saja, contohnya pohon akasia selain menghasilkan nektar pada bunga juga menghasilkan nectar di pangkal daun
  3. Tanaman Penghasil Nektar : Kaliandra, Air Mata Pengantin, Pisang, Durian, Akasia, Randu.
Tanaman Penghasil Nektar dan Polen

Jenis tanaman yang bisa menghasilkan baik itu nektar ataupun polen
Jenis tanaman penghasil nektar dan polen :
Aren,  Belimbing,  Jambu air, Air mata pengantin, Kaliandra, Kelapa, 


 






serba serbi

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI HUTAN (KTH)